Just another WordPress.com site

Apa Itu KIMIA,..???

Apa Itu Kimia?

Bila kita mendengar kata kimia, apalagi kata bahan kimia, mungkin kita menjadi apriori. yang terbayang di benak kita adalah bahan yang harus dihindari karena berbahaya, beracun, bahkan bisa meledak. Padahal sebenarnya kita akrab dengan kimia, akrab dengan bahan kimia. Bahan kimia ada dimana- mana, kita tidak bisa hidup tanpa bahan kimia. Bahkan, kita tidak akan ada jika tidak ada bahan kimia. Mengapa? Karena tubuh kita sebenarya adalah bahan kimia.

Sikap alergi kita terhadap istilah kimia/bahan kimia memang tidak bisa dipersalahkan begitu saja. Karna di masyarakat istilah ini telah mengalami penyempitan arti. istilah bahan kimia biasa digunakan untuk bahan-bahan buatan (sintetis) yang berbahaya. Sehingga muncul istilah bahan alami sebagai lawan dari bahan kimia. Dalam ilmu kimia, yang dimaksud dengan bahan kimia adalah semua benda yang ada di alam ini (termasuk di jagat raya).

Catatan: Bahan kimia/benda/zat/materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang (memiliki volume). Contoh: udara, air, batu, kaca, makhluk hidup, planet, bumi, bulan, matahari, dll. (termasuk bahan kimia sintetis tentunya).

Maksud dipublikasikannya tulisan ini adalah untuk sharing agar lebih mengenal dan memiliki gambaran umum tentang ilmu kimia. Akan tetapi, berhubung penulisnya bukan ahli kimia, kami harap kemakluman dari para pembaca sekalian yang budiman, baik hati, dan tidak sombong.

Ranah/Keluarga

Seperti kita ketahui bersama, kimia berada pada ranah ilmu pengetahuan alam. Ini berarti, kimia bersaudara dengan biologi dan fisika. Karena berada pada ranah ilmu pengetahuan alam, maka ilmu kimia bersifat empirik.

Asal Kata

Berbeda dengan biologi yang berasal dari bahasa Yunani, istilah kimia berasal dari bahasa Arab: Al-Kimiya yang memiliki arti perubahan benda/zat. Jadi jangan heran jika dalam pelajaran kimia kita akan menemukan istilah-istilah berbau bahasa Arab, sebut saja: al-kana, al-kena, al-kuna, al-dehid, al-kanon, al-kohol, dll. Karena berasal dari bahasa Arab, maka kimia memiliki teman satu angkatan/generasi antara lain: Al-jabar, Al-goritma, dan Ar-ritmatik.

Definisi Umum

Secara umum ilmu kimia didefinisikan sebagai: ilmu yang mempelajari perubahan zat dan energi yang menyertainya.

Perubahan zat yang dimaksud adalah perubahan yang menghasilkan zat jenis baru. Misalnya pada pembakaran kayu, kayu akan berubah menjadi arang. Energi yang dimaksud adalah energi yang menyertai perubahan zat tersebut, apakah melepaskan energi (biasanya berupa panas) atau memerlukan energi.

Perubahan wujud (mencair, meleleh, menyublim, dsb) bukan termasuk perubahan kimia. Es batu yang dipanaskan akan mencair, kemudian lama-kelamaan menguap, bukanlah perubahan kimia. Hal ini dikarenakan tidak terjadi perubahan zat, dengan kata lain zatnya tetap, yaitu air (H2O). Perubahan yang terjadi hanyalah perubahan wujud, yaitu : air es (padat) – air (cair) – uap air (gas).

Definisi Singkat

James E. Brady menuliskan definisi ilmu kimia sebagai: ilmu yang mempelajari bahan kimia .

Terus terang saya lebih suka definisi yang ini, karena lebih simpel dan mengena. Jadi yang dipelajari tidak harus berupa perubahan zat, tapi semua hal tentang bahan kimia. Misalnya, di kimia ada materi tentang peningkatan titik didih (sifat koligatif larutan) yang tidak terjadi perubahan zat sama sekali. Ingat: perubahan wujud (mencair, mendidih, dll) bukan termasuk perubahan kimia, melainkan hanya perubahan fisika biasa (bukan berarti fisika ilmu yang biasa-biasa aja, lho).

Tujuan

Tujuan awal para ahli kimia adalah ingin merubah batu menjadi emas. Atau dalam bahasa kerenanya: “To change rock into gold”. Meskipun tujuan tersebut sampai saat ini belum kesampaian, tapi para ahli kimia berhasil menemukan zat-zat baru yang berguna bagi kehidupan manusia dan jauh lebih berharga dari emas. Sebut misalnya penemuan berbagai jenis polimer yang dapat digunakan untuk pembuatan plastik, kain, pipa pralon, karet sintetis, dll.

Kimia Disekitar Kita

Nah, bagaimanapun, ternyata kimia, dan bahan kimia sudah sangat akrab bagi kita semua. Asal kita jangan membayangkan yang aneh-aneh, seperti bahan-bahan kimia yang ada di laboratorium kimia (bersyukurlah yang belum punya lab kimia, tidak membayangkan yang aneh-aneh). Tubuh kita terdiri dari bahan kimia, penyusun tubuh makhluk hidup adalah karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan lain-lain. Kita bernafas menghirup bahan kimia, yaitu oksigen (O2). Kita mendapat energi dari bahan kimia (makanan yang kita makan). Kita melepaskan bahan kimia (melalui ekskresi, sekresi, dan devakasi), antara lain:

  • Air (H2O), dari urine, pernafasan, keringat, air mata (baik karena sedih, bahagia, maupun pura-pura).
  • Urea, dari air seni/urine (bisa dimanfaatkan untuk pupuk).
  • Gas belerang (SOx), dari buangan gas (tidak usah jauh-jauh ke gunung kapur kalo cuma cari belerang).
  • garam dapur (NaCl), dari pengeluaran air liur (ini sebabnya kakek nenek kita banyak yang memanfaatkan air liur untuk mengobati luka, biasanya dicampur daun singkong).
  • Karbon dioksida (CO2), dari pernafasan.

Kehidupan kita pun sangat tergantung dari bahan-bahan kimia sintetik, misalnya:

  • Plastik, merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika belajar di kelas, kita memanfaatkannya dalam bentuk spidol, ballpoint (pulpen), dll. Bayangkan jika kita tidak mengenal plastik, maka kita terpaksa memakai bulu unggas untuk pena. Plastik juga sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari kita, baik untuk sarana pengangkut (kantong plastik), maupun untuk perabot (kursi, container, dll).
  • Kain, yang dimaksud disini adalah kain yang berasal dari bahan sintetis. salah satu cirinya, kalau dibakar akan lengket seperti plastik. Jika kain sintetis belum ditemukan, kita tak mungkin bisa ke sekolah dengan berseragam, karena terbatasnya stok kapas yang ada di alam.
  • Sabun juga merupakan bahan kimia sintetis yang sering kita gunakan.

Ringkasan

  • Kimia, dan bahan kimia bukanlah hal yang asing asing bagi kita.
  • Ilmu kimia adalah ilmu tentang alam disekitar dan di diri kita. Bahan kimia melimpah di alam, termasuk raga yang kita miliki.
  • Hidup kita sangat tergantung pada bahan-bahan kimia.
  • Bahan kimia ada yang alami dan ada yang sintetis.
  • Belum tentu bahan kimia alami lebih berbahaya dibanding bahan kimia sintetis.

By. Basilio Ribeiro, ST

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: