Just another WordPress.com site

Article of Motivation

Jujur, Pantang Menyerah, Sabar, Banyak teman dan Selalu belajar

Penyusun : Basilio Ribeiro ( www.basrib-brelri.blogspot.com )

Jika kita hidup jujur, maka hidup akan tenang dan keberhasilan akan tercapai, kalo pun kegagalan yang kita temui karena jujur itu, maka jangan mudah menyerah. Maju terus. Kalo masih gagal juga, ya bersabarlah. Agar gak terlalu stress perbanyaklah teman. Dan akan lebih bagus lagi kalo kita Never stop learning. Kita bisa terus belajar untuk jujur, belajar dari kegagalan, belajar untuk sabar, dan belajar bergaul dengan sesama.

 

Jujur, Siapa Takut?

Jujur. Kata ini sering kita dengar dan kita ucapkan.

Apakah jujur itu?

Jujur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah : tulus, tidak culas, lurus hati. Jujur menurut Kitab suci adalah hal yang terpuji, yang mempunyai makna dasar “kuat”. Orang yang benar / jujur adalah kuat, karena itu dia berani. jujur adalah satu akhlaq yang sangat mendasar didalam agama katolik. Lawan Kejujuran adalah dusta atau bohong. Jadi dalam menunjukan kepercayaan sesuatu yang bisa diartikan sebagai akhlaq dasar yang paling minimal yang harus kita miliki adalah jujur. Padahal, kadang kita sering berbohong tetapi tidak merasa iman kita bermasalah.

Apakah kita sudah berbuat jujur ?????

Jujur merupakan awal dari suatu kebaikan dan digunakan untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Setiap orang pasti mempunyai alasan berbeda-beda ketika berbicara jujur, antara lain:

ü Takut kebohongan itu akan terbongkar sehingga akan lebih memperburuk keadaan. Dengan berkata jujur mereka akan merasa rileks tanpa beban menjalankan hari-hari selanjutnya. Mereka tidak perlu menyembunyikan sesuatu yang akan membuat dirinya stress dan selalu was-was. Tipe orang jujur semacam ini pada umumnya jujur untuk hal-hal yang beresiko tinggi jika bicara dusta. Namun jika mereka sadar bahwa resiko berbicara dusta tidaklah terlalu besar dan justru lebih menguntungkan dari pada berbicara jujur, maka mereka akan tergoda untuk berbicara dusta. Biasanya berdusta untuk hal-hal kecil, sekedar untuk menggoda seseorang atau sekedar untuk mencari-cari alasan, dan untuk menutupi kondisi dirinya yang sebenarnya. Kelompok ini selalu mempertimbangkan untung ruginya (tapi hanya di dunia) jika akan berbicara jujur.

ü Berkata jujur karena memang merupakan wujud keimanan kita. Kelompok ini benar-benar berbicara jujur kapan pun dan dimana pun serta pada kondisi apa pun. Mereka berbicara jujur bukan karena mengharapkan mendapat keuntungan. Mereka bicara jujur bukan karena takut kepada sesama manusia. Tapi mereka bicara jujur karena takut kepada Allah. Di dalam hati mereka selalu terjadi perperangan batin ketika akan bicara dusta, dan selalu yang menang adalah suara kejujuran. Jadi bukan masalah untung rugi untuk berbicara jujur, tapi masalah kuatnya iman memenangkan pengaruh keinginan bicara dusta.

Jujur adalah pilihan yang harus kita ambil supaya kita tergolong dalam kelompok orang-orang beriman. Maka mari mengawali hidup dengan kejujuran. Dengan kejujuran, berbagai perbuatan yang melanggar aturan, norma dan nilai agama akan terhindarkan. Semakin sering kita berbohong, maka kebohongan itu akan mengakar dalam diri kita dan kita akan semakin mudah terjermus dalam perbuatan dosa karena menganggap dengan kebohongan tersebut, perbuatan kita tidak akan diketahui oarang lain. Padahal, Allah adalah maha melihat dan tidak bisa dibohongi. Jujur adalah pintu kebaikan. Bohong adalah pintu kejahatan. Artinya, kalau yang kita buka adalah pintu kejujuran, maka yang akan masuk adalah semua kebaikan. Seballiknya bohong adalah pintu kejahatan, kalau yang dibuka pintu kebohongan maka yang akan masuk adalah seluruh kejahatan.

Berbohong dapat dibenarkan hanya dalam 3 kondisi :

- dalam peperangan, untuk mengatur strategi.

- Dalam rangka melakukan ishlah untuk menyatukan kembali dua orang yang sedang bermusuhan

- Untuk menyenangkan hati suami/isteri kita.

Ketika kita terpaksa harus berbohong dalam 3 kondisi tersebut kita pun harus jujur. Bagaimana maksudnya ? Katakan dan tekadkan dalam diri “Saya berbohong ini karena diperintah oleh Allah, untuk memenangkan peperangan, atau untuk mendamaikan dua orang yang sedang bermusuhan atau untuk menyenangkan hati suami/isteri saya”.

Kalo ada yang beranggapan bahwa jujur itu akan hancur, maka anggapan itu salah. Kejujuran bagaimana pun pahitnya merupakan jalan terbaik (tentu diluar kebohongan yang diperbolehkan). Dengan kejujuran, maka kita akan menjalani hidup yang lebih tenang, karena manfaat kejujuran itu adalah:

1. Perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya. Karena jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah kegelisahan.

2. Selamat dari bahaya. Orang yang jujur walaupun pertama-tama ia merasa berat akan tetapi pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya. Tapi jika kita berniat bohong agar selamat, maka sesungguhnya bahaya yang lebih besar sudah akan menerjang karena kebohongan kita tersebut.

3. Mendapat jaminan masuk surga. Sebagaimana sabda Allah, “berikanlah kepadaku enam perkara niscaya aku akan jamin engkau masuk surga: Jujurlah jika engkau bicara, tepatilah jika engkau berjanji, tunaikanlah jika engkau diberi amanat.

Sedangkan dampak buruk dari ketidakjujuran adalah:

1. Kehilangan kepercayaan dari orang lain.

Ketika kepercayaan itu kita dapatkan dari banyak pihak, maka segala urusan akan lebih mudah. Namum ketika kepercayaan itu hilang, maka kepercayaan itu sangat sulit untuk dibentuk kembali. Sekali kita telah berbohong, maka orang akan menilai kita tidak jujur dan walau kita sudah berusaha meperbaikinya dengan berkata jujur namun sulit bagi orang lain untuk percaya lagi kepada kita.

2. Di kucilkan oleh orang di sekeliling kita.

Ketika orang sudah tidak mempercayai kita, maka kita seakan-akan tidak memiliki teman sejati. Semua akan menjauhi kita karena apa yang kita bicarakan sudah dinilai mengandung sebuah kebohongan. Pada kondisi tersebut kita akan menjadi orang yang paling malang karena tidak memiliki harga diri dan dan tidak akan ada yang mau mendengarkan perkataan kita.

Contohnya,

1. jika kita sedang ujian semester di ITATS, kita pasti dapat akan mendapat ujian tambahan yaitu kejujuran. Karena pada saat, ujian kita dihadapkan pada dua pilihan. Jika kita jujur dengan tidak mencontek nilai kita mungkin pas-pasan atau apa adanya sesuai kemampuan kita. Tapi jika kita mencontek, kita akan mendapat nilai lebih baik. Namun resikonya, jika ketauan bapak atau ibu pengawas ujian, maka kertas jawaban kita di coret sehingga kita di keluarkan dari ruangan dan tidak boleh melanjutkan ujian. Maka sebaiknya kita jujur saja karena dengan begitu kita akan terus berusaha belajar agar dapat mengerjakan ujian dengan lebih baik sesuai dengan batas kemampuan kita. Nlai yang kita peroleh juga merupakan hasil belajar kita sendiri selama satu semester sehingga kita dapat mengetahui seberapa pemahaman kita terhadap materi yang diajarkan. Pasti rasanya berbeda, ketika kita memperoleh nilai hasil sendiri. Rasanya lega dan puas banget meski gak terlalu bagus. Tapi kalau nilai hasil mencontek, rasanya biasa-biasa saja. Gak ada yang bisa dibanggakan karena kita juga tetap gak mengerti ilmunya.

2. Jika kita mau menjalankan ibadah / doa bersama di ITATS tiba-tiba kita menemukan jam tangan didekat tempat duduk kita, jam tangannya bagus banget, trus saat liat kiri kanan gak ada orang. Maka kita juga diuji kejujurannya. Ambil atau kembalikan?. Kalo kita ambil, kasihan juga orang yang kehilangan jam itu. Pasti dia mencari-cari jamnya. Tapi kalau kita kembalikan, sayang juga. Jamnya bagus banget.

Nah, coba deh banyangin kalau kita diposisi orang yang kehilangan jam itu. Pasti kita sedih banget. Kita pasti berharap ada orang yang jujur dan mau menyerahkan jam itu ke takmiir masjid. Mengapa kita tidak menjadi orang yang kita harapkan tersebut? Dengan kita mengembalikan jam itu kita telah menolong orang lain plus kita telah berbuat jujur. Jangan ada angapan kita rugi atau goblok kalo berbuat itu. Sejak awak kita gak punya jam sehingga kita tidak rugi apa-apa. Kita juga tidak goblok karena orang jujur justru adalah orang yang berani menentukan sikap di jalan kebaikan.

3. Masih ingat dengan bencana lumpur lapindo kan, masih ingat gak kalau pada saat pembagian uang ganti rugi rumah mereka ada yang mendapat uang berlebih di transfer di tabungan seorang bapak kira-kira 10 kali lipatnya. Tapi bapak itu memilih jujur dengan mengembalikannya kan dan bapak itu ia mendapat penghargaan dan mendapat tambahan uang tanda terima kasih karena bapak itu telah berbuat jujur. Andai bapak itu tidak mengembalikan uang itu, dia pasti jadi orang mendadak kaya dan dia bisa membeli rumah baru tapi tentu saja dengan uang haram karena uang itu bukan miliknya, tapi dengan mengembalikan uang itu dia mendapat kepercayaan orang dan mendapat tambahan bonus uang halal karena ia jujur. Tapi yang terpenting bukanlah imbalan materi saat kita berkata jujur. Kemuliaan, kepercayaan dan keselamatan di dunia maupun akheratlah yang menjadi tujuan kita berbuat jujur.Jadi, sampai kapan dan kenapa harus takut berkata jujur?

Gagal itu biasa…. Maju Terus ! (Pantang Menyerah !)

Gagal???? Aduh jangan sampai dech!

Tapi nyatanya kita tidak bisa menghindarinya meskipun kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Gagal biasanya akan terjadi apalagi saat pertama kita mencoba sesuatu. Sayangnya, kebanyakan dari kita takut untuk menghadapi kegagalan tersebut sehingga ragu dan takut untuk berbuat sesuatu. Umumnya, saat mengalami kegagalan, hati kita menjadi kesal, marah, kecewa, dongkol campur jadi satu dan membuat kita ingin menangis untuk meluapkan semuanya. Kalau sudah begitu kita jadi malas beraktivitas, semangat kita menjadi kendor, mudah putus asa dan akhir-akhirnya kita sendiri akan merasa rugi sebab banyak aktivitas yang terbengkalai. Oleh karena itu, kegagalan sering mejadi momok yang sangat menakutkan orang. Padahal seperti yang diutarakan di awal tadi, bahwa kegagalan akan selalu muncul dalam setiap hidup sesorang. Kegagalan bukan lah sesuatu yang harus dihindari dengan cara tidak melakukan sesuatu yang beresiko gagal, tapi kegagalan harus dihadapi dengan memperbaiki kegagalan itu agar perbuatan selanjutnya tidak gagal kembali. Gagal justru kadang menyadarkan kita akan sesuatu yang selama ini tidak terpikirkan oleh kita. Kegagalan juga bias memunculkan potensi dan kekuatan kita yang sesungguhnya. Jadi, kawan! Ayo hadapi kegagalan itu dengan jantan!. Jadikan kegagalan itu jembatan untuk menuju kesuksesan kita.

Ada pepetah yang mengatakan “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, maka maksud pepatah ini adalah untuk memberikan semamgat bahwa kegagalan bukanlah kiamat atau akhir dari segalanya justru kegagalan adalah awal kesuksesan. Oleh karena itu, semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. Baik itu kegagalan di dalam perdagangan, kegagalan dalam pernikahan, kegagalan dalam kuliah, kegagalan dalam pekerjaan dan lain sebagainya. Bahkan orang-orang besar yang terlihat bergelimang kesuksesan sekalipun pasti pernah mengalami kegagalan di dalam hidup mereka.

Berikut ini contoh orang atau ilmuwan yang berhasil melewati kegagalan yang mereka alami, antara lain:

  1. Thomas Alfa Edison

Ketika jumlah kegagalan Edison sudah mencapai 9999, seorang wartawan bertanya kepadanya, “Apakah anda akan terus melakukan kegagalan sampai 10. 000 kali?” Jawab Edison: “I have not failed. I have just found 10.000 ways that will not work”. Saya belum gagal, tapi saya menemukan 10 ribu cara yang tidak bisa digunakan. “Saya tidak berkecil hati sebab setiap kegagalan adalah bentuk lain dari langkah maju”. “Hanya karena sesuatu terjadi meleset dari skenario perencanaan tidak berarti sia-sia tanpa guna”. Meskipun harus melewati berbagai macam kegagalan dalam percobaan-percobaan sampai pada akhirnya dia berhasil. Oleh karena itu, kita haruas meneladani semangat dan pantang menyerah yang dikobarkan olehnya.

  1. Kolonel Harlan Sander (pendiri KFC)

Ketika Kolonel Harlan Sander (pendiri KFC) memulai usaha menjajakan konsep menggoreng ayam, beliau tidak langsung mendapat sambutan positif dari sejumlah restoran. Konon jumlah penolakan yang dialami sebelum akhirnya ada orang yang mengatakan YA mencapai 1009 kali, padahal saat itu usia pak kolonel adalah usia pensiunan yang menurut kacamata umum bukanlah usia yang layak untuk merintis usaha hanya untuk menerima penolakan sebanyak itu.

Dan dari tradisi kehidupan orang berprestasi tinggi seperti yang telah diuraikan di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa ternyata mereka punya sasaran hidup yang tinggi sehingga tidak menjadikan sasaran itu sebagai batas akhir (destination), tetapi sasaran perantara untuk mencapai sasaran berikutnya.

Mungkin inilah yang bisa menjawab rahasia mengapa orang tua kita dulu menyarankan bercita-cita tinggi. Kalau kita tidak untung dari hasil cita-cita setidaknya kita akan untung dari hasil semangat cita-cita. Oleh karena itu, kegagalan usaha bukanlah pilihan tetapi konsekuensi yang tidak bisa dipilih sedangkan definisi diri sebagai orang gagal adalah pilihan kita sendiri. Definisi-diri ini sudah diakui baik oleh temuan ilmiah atau ajaran kitab suci apapun sebagai kekuatan yang punya pengaruh riil terhadap perilaku kita. Ketika kita putus asa dapat dipastikan bahwa definisi diri yang kita ciptakan atas diri kita bukanlah seorang warrior (jagoan) tetapi seorang loser (pecundang). Para pakar pengetahuan sudah bekerja banyak mengabarkan sesuatu kepada kita bahwa level harga-diri (self-esteem) adalah level yang menentukan level semangat untuk mengalahkan kegagalan atau dikalahkan oleh kegagalan.

Berikut ini adalah kiat sukses utuk menghadapi kegagalan yang kita alami, antara lain:

1. Bersikap dan berpikir positif

Berpikir positif adalah langkah yang tepat untuk menghapus rasa kecewa kita. Dan tanamkan pada diri kita bahwa bumbu perjalanan pada hidup kita untuk meraih sebuah kesuksesan pasti diawali dengan kegagalan, seperti air yang terus mengalir tanpa berhenti sedikit pun. Sehingga kita bisa mengambil hikmah dari kegagalan itu dan menjadikannya sebuah pelajaran yang sangat berharga agar suatu saat nanti kita tidak mengalami kegagalan pada masalah yang sama. Jika kita terapkan maka kita tidak akan mengalami kondisi stress.

2. Mencari penyebab kegagalan

Suatu kegagalan itu pasti ada penyebabnya. Adapun faktor yang menyebabakan kita gagal ada dua yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain: kurang disiplin dalam berusaha, kurang semangat dan memotivasi diri sehingga kita sering mengulur-ulur waktu untuk mengerjakannya,dll. Ingat, bahwa kesuksesan seseorang tergantung dari niat dan motivasi dari dirinya sendiri untuk beruasaha lebih maju. Sedangkan faktor eksternal antara lain: adanya masalah dengan keluarga, teman ataupun pacar, pesaing kita yang lebih kuat, kurangnya fasilitas yang kita butuhkan,dan lain lain. Karena persoalan hidup yang kita hadapi ini pasti banyak rintangannya.

3. Langkah mengatasi penyebab kegagalan

Langkah yang kita tempuh dalam mengantisipasi penyebab kegagalan itu antara lain: pertama adalah tidak menjadikan seseorang sebagai kambing hitam dari kegagalan yang kita alami. Yang kedua adalah prioritaskan penyebab utama, kemudian penyebab lainnya dengan cara mencatat hal-hal yang membuat kita gagal. Kedua langkah tersebut harus kita kerjakan secara bertahap.

4. Gali potensi diri kita

Kita harus mampu menggali potensi yang ada dari dalam diri kita sendiri, baik yang tersembunyi maupun yang nampak. Coba gunakan kekuatan dan potensi kita secara maksimal. Galilah terus potensi-potensi tersembunyi pada diri kita yang masih bisa dikembangkan. Jika kita bisa mengembangkan potensi tersebut dengan baik, maka kesuksesan ada di depan mata kita.

5. Mencari peluang

Janganlah kita meratapi kegagalan, carilah kesempatan atau peluang untuk maju satu langkah ke depan dan ambil secepatnya tanpa harus menunggu hari esok karena seperti sebuah pepatah yang mengatakan bahwa kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya dan memotivasi diri. Tujuan memotivasi diri yaitu untuk bisa konsisten dalam memiliki semangat/ confidence/ passion yang tinggi dalam mempelajari kesempatan yang ada di depan mata kita dan selalu merasa enjoy/ menikmati dalam menghadapi segala tantangan atau kesulitan dalam kondisi apapun. Jadi manfaatkan peluang tersebut dengan baik agar kita tidak menyesal dikemudian hari.

6. Menumbuhkan semangat baru

Kita telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada peristiwa kegagalan yang sebelumnya, sehingga kini kita lebih bijaksana, lebih berpengalaman dan lebih terampil. Oleh karena itu setelah kita mengalami kegagalan, kini saatnya kita untuk bangkit kembali dengan semangat yang baru. Dan yakinkan pada diri kita bahwa kita sudah lebih dekat dengan keberhasilan, karena setiap kegagalan akan mendekatkan kita dengan keberhasilan. Maka setiap kesulitan yang kita lalui akan menghasilkan kemudahan. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Untuk menumbuhkan semangat baru maka kita perlu suasana yang baru juga, antara lain:

a. Menghibur diri kita dengan jalan-jalan ke mall (shopping).

b. Mendengarkan musik kesukaan kita.

c. Menyalurkan hobi kita.

d. Nonton film dengan keluarga, teman atau mungkin pacar.

Yang penting aktivitas tersebut bisa membuat hati kita menjadi senang. Dan lupakan dulu tentang kegagalan yang kita alami sehingga bisa menumbuhkan semangat baru untuk meraih kesuksesan yang tertunda.

7. Trial and Error

Trial and error merupakan salah satu tolak ukur untuk menggapai kesuksesan. Tinggal sejauh mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Dengan memikirkan masak-masak langkah yang akan ditempuh. Kalaupun terjadi kesalahan kembali, jangan ragu-ragu melakukan perbaikan dan terus mencoba sampai kita berhasil mengatasinya. Kunci utama trial and error adalah kerja keras dan tetap semangat

8. Berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh

Segala sesuatu di dunia ini memang digariskan oleh Tuhan Allah. Oleh karena itu, kita tidak bisa menentang apa yang sudah menjadi kehendak-Nya. Meskipun kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap saja kita mengalami kegagalan, sementara kesempatan sudah tidak ada lagi, maka yang bisa kita lakukan ialah membuat mimpi baru. Mungkin mimpi kita ini bukan yang terbaik bagi kita sehingga Allah tidak mengijinkan kita untuk sukses di mimpi tersebut. Sehingga kegagalan tersebut bisa saja sebagai petunjuk kepada kita agar mengejar mimpi yang lain. Dan kita harus tetap berdoa kepada Allah dan terus berusaha dengan sungguh-sungguh supaya mimpi baru kita selanjutnya bisa dikabulkan oleh Tuhan Allah.

Kesuksesan dengan kegagalan merupakan dua sisi yang sangat berlawanan. Bila diibaratkan, seperti dua sisi mata uang yang kita lempar ke atas. Jatuhnya bisa ada dua kemungkinan. Kegagalan atau keberhasilan. Kalau kegagalan, ya sudah, tinggal lempar ke atas lagi, kalau kegagalan lagi, ya lempar lagi. Toh koinnya masih tetap ada di tangan kita. Tinggal kita mau melempar lagi atau tidak. Jika tidak maka sebenarnya justru kita akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keberhasilan suatu saat nanti. Dengan demikian, kita sudah bisa menjadikan kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda sementara waktu. Dan janganlah kita menjadi orang cepat berputus asa bila menghadapi kegagalan karena kegagalan bisa membuat kita menjadi lebih bijak dalam menghadapi persoalan hidup kita.

Kesabaran membuahkan kesempurnaan hidup

Kesabaran merupakan suatu sifat kepribadian yang dimiliki tiap orang, namun sebagian besar kita belum dapat mengembangkan kesabaran dalam diri kita. Sabar dalam bahasa Yunani adalah “makrothumia” yang mana makro berarti panjang/lama dan thumia adalah menderita, jadi kesabaran adalah penderitaan dalam jangka waktu lama dan bertahan menghadapi kelakuan orang lain yang mungkin bertentangan dengan kita.

Kesabaran terdiri dari pengetahuan, keadaan dan amal. Pengetahuan di dalamnya seperti pohon, keadaan seperti ranting-ranting, dan amal seperti buah. Kesabaran terbesar adalah sabar dalam menahan diri dari melampiaskan hawa nafsu.

saya tidak menganggap iman seseorang sebagai iman bila ia tidak sabar di kala menghadapi gangguan. Kesabaran dalam firman Tuhan ada tiga jenis, yaitu kesabaran untuk menunaikan kewajipan-kewajipan kerana Allah dan ia mempunyai 300 derajat, kesabaran untuk tidak melanggar larangan-larangan Allah dan ia mempunyai 600 derajat, dan kesabaran dalam menghadapi musibah pada kali pertama dan ia mempunyai 900 derajat.”

Sudah mampukah kita bersabar? Ada beberapa tanda ketidaksabaran pada diri seseorang, yaitu:

1. Mementingkan diri sendiri dan banyak menuntut. Tidak mampu menerima kesalahan dan ketidaksempurnaan orang lain. Kita banyak berharap konsisi yang sempurna di sekeliling kita. Kita ingin orang-orang berkelakuanbaik kepada kita. Kita ingin Semua mendukung usaha kita. Kita ingin semua dapat menghasilkan sesuatu seperti yang kita inginkan. Kita hanya melihat persoaalan dari sudut pandang kita. Sehingga kita sangat tidak ingin dirugikan. Kita tidak mau berkorban demi kebaikan atau kepentingan orang lain. Ini adalah salah satu tanda kita tidak sabar dengan lingkungan kita.

2. Mudah marah/jengkel/tersinggung

Karena kita sulit menerima ketidaksempurnaan lingkungan kita seperti tanda nomer satu, maka kadang kita mudah emosi. Emosi yang muncul adalah emosi negatif seperti jengkel, marah, dan mudah tersinggung yang tidak terkendali. Semakin tidak terkendali emosi-emosi tersebut, maka semakin jauh perbuatan kita dari kesabaran. Bahkan kemungkinan akan menjerumuskan kita ke masalah yang lebih besar, yaitu tindakan yang tak terkontrol dan merugikan orang lain atau pun diri kita sendiri.

Nah, tentunya kita semua setuju bahwa kita harus melatih kesabaran kita agar semakin besar dan dapat membimbing hidup kita menuju hidup yang bahagia. untuk menumbuhkan kesabaran yang kita miliki ada beberapa kiat, antara lain :

pertama
berpikir positif terhadap hal-hal yang menimpa kita. anggaplah itu adalah ujian bagi kita dan kita akan lulus ujian. Ketika kita berdoa kepada Allah: Ya Allah, berilah hambamy ini kesabaran, maka yang Allah berikan adalah berbagai permasalahan hidup utuk kita selesaikan dengan sabar. Masalah dalam hidup memang merupakan latihan kita untuk membentuk kesabaran.

kedua
perbanyak membaca ilmu pengetahuan. Hal ini dilakukan agar kita bisa memahami lebih banyak tentang kekurangan yang kita miliki. Dengan ilmu, masalah dalpat kita selesaikan dengan lebih mudah. Orang yang berilmu biasanya lebih tenang dan lebih sabar karena dia telah banyak mengetahui dan tahu apa yang harus dilakukan. Agar kita bersemangat dalam mencari ilmu maka berkumpullah dengan orang-orang yang banyak ilmunya. Dengan begitu, maka ilmu kita juga akan ikut bertambah

ketiga
maafkan selalu kekurangan oarang lain yang mungkin membuat Anda marah. yakinkan diri bahwa setiap manusia pasti memilki kekurangan masing-masing

Keempat

Berlatih memasukkan benang ke lubang jarum, dan yang dipilih adalah jarum yang ukuran paling kecil. Ini serius. Dengan latihan ini, pasti deh kesabaran kita akan teruji. Silakan buktikan sendiri.

Dengan berbagai cara di atas dapat menumbuhkan kesabaran dalam diri kita. Kesabaran merupakan tingkat kecerdasan emosi seseorang dan juga kualitas pengertian seseorang dengan bijak dalam menanggapi setiap keadaan yang terjadi. Dengan arti lain orang sabar ialah orang yang dapat menyiasati kemarahan, kebencian dan dendam.ada istilah yang mengatakan “kesabaran itu ada batasnya” istilah seperti itu adalah pemikiran orang yang belu mengerti arti kesabaran yang sebenarnya, karena kesabaran yang sebenarnya adalah kesabaran yang tidak ada batasnya. Mereka masih memikirkan diri sendiri dan belum bisa menghargai orang lain. Memang kesabaran identik dengan penderitaan, tapi kesabaran juga merupakan senjata dalam mengatasinya.

Banyak contoh-contoh ketidaksabaran yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, namun kita dapat belajar bersabar dari hal-hal tersebut. Contohnya:

  • · Saat ini banyak hubungan suami istri putus, makanya timbul perceraian dimana-mana,itu disebabkan mereka kurang memiliki kesabaran dlam hubungan rumah tangga. Sering terjadi pertengkaran yang membuat satu sama lain emosi sehingga tidak dapat menahan amarah. Dengan adanya perceraian tersebut yang paling dirugikan adalah anak mareka, karena anak-anak hanya jadi korban keegoisan orang tuanya. Oleh karena itu kesabaran sangat dibutuhkan dalam kehidupan berumah tangga agar terjadi keharmonisan dalam keluarga.
  • · Contoh yang lainnya adanya kejahatan kriminal yang terjadi misalnya kerusuhan, pencurian, pembunuhan dan masih banyak yang lainnya. Semua itu terjadi karena banyak diantara mereka belam mempunyai kesabaran dalam diri masing-masing sehingga memicu mereka melakukan kejahatan. Faktor ekonomi paling utama yang membuat mereka nekat menghalalkan berbagai cara. Andai mereka memiliki kesabaran yang tinggi dalam menghadapi permasalahan hidup maka kejahatan tidak akan terjadi dimana-mana.
  • · Ketidaksabaran juga sering kita alami bila kita mengantri, misalnya pembayaran SPP di ITATS, biasanya bila mendekati UTS/UAS kita sering melihat banyak mahasiswa yang antri untuk membayar SPP. Bila yang antri sedikit kita masih bisa bersabar tapi bila yang antri banyak pasti akan membuat kita tidak sabar dan bosan, mungkin juga dapat menimbulkan kekesalan dalam diri. Namun jika semua itu kita hadapi dengan sabar maka tidak akan timbul kekesalan dalam diri, dan kita dapat menunggu dengan tenang.
  • · Dalam dunia kerja kita dituntut untuk memiliki soft skill agar dapat menunjang semua aspek dalam dunia kerja atau bisnis. Salah satu soft skill yang harus kita miliki adalah kesabaran. Pemimpin perusahaan sampai bawahannya harus mengembangkan kesabaran dalam diri masing-masing agar tercipta suasana yang nyaman dan tentram sehingga tidak menggangu kinerja karyawan.

Banyak hikmah yang kita dapat dari kesabaran, karena kesabaran itu dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan. Kesabaran juga dapat membuat batin kita tenang, karena hanya orang-orang yang berkenan di hadapan TUHAN. Dengan kita menanamkan kesabaran pada diri kita maka akan mendapatkan hasil yang baik terjadi dalam hidup kita karena siapapun yang menanam kebaikan maka akan menuai kebaikan juga. Seperti kata JAMES ALLENpemikiran dan tindakan yang baikan tidak akan pernah membuahkan hasil buruk, pemikiran dan tindakan yang buruk tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik”. Orang yang memiliki kesabaran akan mempunyai daya tahan yang tangguh karena ada pengharapan yang kuat, yang mana pengharapan akan kasih dan pertolongan Tuhan yang menjadikan kita kuat luar biasa. Selain itu kesabaran juga membuat kita tidak mudah putus asa sebab orang yang bersabar selalu melihat permasalahan sebagai anak tangga menuju kemajuan. Hanya dengan kesabaran hidup lebih tertata, teratur dan terarah.

Jadi kesabaran dapat menjadikan kita sebagai pemenang dalam menghadapi persoalan yang terjadi dalam hidup, sebab kemenangan merupakan buah dari kesabaran. Mungkin kesabaran tidak membuat kita kaya duniawi tapi kesabaran membuat kita kaya hati sehingga kesempurnaan hidup pun akan kita raih. Maka ubahlah apa yang dapat kau ubah dan bersabarlah untuk apa yang tidak dapat kau ubah. So……belajarlah bersabar untuk mendapatkan ketenangan hidup.

Bagaimana agar Banyak Teman ?

Setiap orang pasti menginginkan banyak teman atau rekan. Dimana seorang teman atau rekan tersebut dapat membantu dikala kita sedang susah dan dapat merasakan kebahagiaan di saat kita mendapatkan kebahagiaan. Beda dengan musuh, mereka akan tertawa dan senang melihat kita dalam kesusahan dan kebahagiaan yang kita punya bagi mereka adalah suatu permasalahan. Jadi dengan adanya perbedaan tersebut, tentunya kita dapat memilih mana yang lebih baik, dan mana yang lebih menguntungkan bagi kita. Semua pasti setuju bahwa mendapatkan teman atau rekan sebanyak-banyaknya adalah lebih baik.

Tentunya untuk mendapatkan teman atau rekan kita perlu untuk berhati-hati agar kita bisa diterima dalam suatu lingkungan dimana kita berada. Berbagai macam pilihan untuk dapat berhubungan dengan orang lain, tetapi kebanyakan dari kita terpaku pada cara-cara dan pola-pola lama yang kita kenal sebelumnya. Kita mungkin pernah mengenal beberapa orang yang kelihatannya dapat berbicara dengan semua orang, contohnya: bila seseorang bertemu dengan orang lain di suatu tempat, kita akan mengira bahwa mereka adalah teman lama. Ketika kita berfikir, “Sudah berapa lama mereka berteman”, dan orang tersebut mengatakan “kami belum pernah bertemu sebelumnya”.

Individu-individu unik seperti contoh di atas tidak dilahirkan beruntung begitu saja, mereka menggunakan ketrampilan-ketrampilannya serta memilih kesadaran tertentu dan hal ini dapat dikembangkan.

Ada hal-hal tertentu yang tidak menyenangkan dilakukan sendirian, misalnya pesta, menonton film, makan malam, menyelesaikan permasalahan, merencanakan suatu hal, menikmati liburan dan masih banyak hal lainnya yang lebih menyenangkan jika dilakukan bersama dengan orang lain terutama bersama orang-orang yang dekat dengan kita. Kehidupan yang menyenangkan adalah kehidupan yang diisi dengan kebahagiaan, namun kebahagiaan itu dapat kita peroleh tergantung pada sikap kita, sikap terhadap diri sendiri, pekerjaan, usaha, sasaran, reaksi terhadap kegagalan, kekecewaan, kesenangan, kepedihan, dan seluruh teka-teki kehidupan.

Ada sebuah variabel penting yang selalu ada dalam meraih kebahagiaan yaitu orang lain. Orang lain adalah mereka yang bersama kita tertawa, terluka, berteriak, mengumpat, menangis, mencoba hal-hal baru, bermain, merencanakan sesuatu, berdebat. Orang lain adalah orang-orang yang kita cintai, percayai, salahkan, dan kadang kala kita hindari. Dan dengan orang lain inilah kita dapat membina suatu persahabatan, untuk membina suatu persahabatan diperlukan lebih dari sekedar harga diri yang sehat, dan tata krama yang baik untuk memperoleh kepercayaan orang lain. Ada keseimbangan antara memberi dan menerima, antara kewajiban terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga muncullah sikap murah hati, kepekaan, humor yang baik dan sedikit kebijaksanaan.

Dunia kita terdiri dari lapisan-lapisan, kita mempunyai dunia dalam yaitu teman-teman dan keluarga. Sedangkan dunia luar yaitu orang lain atau orang asing yang kadang-kadang muncul dalam kehidupan kita. Setiap orang lain membutuhkan perlakuan yang berbeda, meskipun begitu kita perlu mencari keharmonisan dalam berhubungan dengan berbagai lapisan manusia.

Beberapa hal yang sering kali ada dalam diri kita sehingga kita sulit berinteraksi dengan orang lain:

Ø Mudah gugup

Kita sebagai orang yang mempunyai hati, pasti sering merasa gugup, apalagi jika berhadapan dengan seseorang yang baru kita kenal, terutama jika orang tersebut dianggap terpandang di hadapan kita. Contoh: bila ada seseorang pemimpin seminar yang selalu memperkenalkan diri terlebih dahulu pada seminarnya dia bertemu dengan doktor, guru, remaja dan eksecutive bisnis, dia merasa panik dan berkeringat bila harus berbicara dihadapan sejumlah orang. Dan penyebab ketakutan mereka adalah ORANG LAIN MUNGKIN BERPIKIR BAHWA SAYA TIDAK CUKUP BAIK. Kita harus ingat, setiap orang selalu memiliki pikiran bahwa, “ saya tidak cukup baik.

Selain kecemasan, ketakutan orang lain akan menyebabkan kesalahpahaman, misal : kita tidak pernah berbicara dengan tetangga kita lalu kita menyimpulkan bahwa mereka sombong .

Jangan takut dengan bayanganmu sendiri

Thoreau menulis “Kebanyakan orang hidup dalam keputusasaan yang terpendam.” Kita masing-masing memiliki rasa tidak aman. Menghindari rasa takut berhadapan dengan sekelompok orang merupakan suatu tindakan yang menunjukkkan keputusasaan yang dipendam.

Ø Kebiasaan buruk

Kita pernah mendapati seseorang yang mempunyai kebiasaan mengganggu dan biasanya orang tersebut terakhir mengetahuinya, orang semacam ini biasanya suka berbicara kotor yang tidak merasa membuat orang lain tersinggung, orang – orang ini diibaratkan suka makan bawang putih dan tidak pernah merasa bau. Contoh : Ada seorang teman yang suka sekali berbicara, berbicara dengan dia rasanya berdiri dihadapan senapan mesin, ia sangat pandai dan berpendidikan tinggi, tetapi ia tidak menyadari bagaimana ia mempengaruhi orang lain, ia mempunyai kebiasaan berbicara satu arah saja. Dia sudah diberi tahu beberapa kali mengenai hal ini tapi ia tidak pernah mengerti. Ia secara social mempunyai hambatan tetapi ia tidak menyadarinya.

Orang – orang terkenal mengembangkan kesadaran diri yang membuat dirinya disukai dan disayangi orang lain untuk mempengaruhi orang lain secara positif, kita perlu mengembangkan kesadaran semacam ini.

Ø Membandingkan diri sendiri

Belajar mencintai diri sendiri merupakan cinta yang terbesar, kita harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai oarng lain, kita harus mempercayai hal tersebut bila ingin mengubah nasib kita.

Bila kita terlampau kritis mengenai diri sendiri, kita cenderung membenci orang lain yang dapat berbuat lebih baik. Contoh : Deny yang menikah dengan Riny, Deny adalah seorang eksekutive yang berkembang sedangkan Riny adala ibu rumah tangga yang mengurus anak – anaknya, riny merasa bosan dengan kehidupannya, sehingga Riny membenci Deny, alhasil Deny selalu dikritik oleh Riny. Penyebabnya adalah karena Riny tidak menyukai dirinya sendiri, sehingga dirinya menganggap sumber permasalahan adalah Deny dan orang lain. Dalam hal ini Riny terlalu bersikap kritis terhadap dirinya sendiri, padahal sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Deny.

Ø Bersikap terlampau serius

Kita mempunyai banyak teman untuk menghabiskan waktu, sering kali mereka adalah orang – orang yang dapat mentertawakan diri sendiri. Orang – orang tersebut adalah orang yang menyenangkan, lebih memiliki banyak teman dan jarang mmiliki masalah. Bila kita sering merasa malu, orang lainpun akan merasa dipermalukan, dan akhirnya kita memutuskan hubungan dengan mereka.

Bersikap terlalu serius akan mengesankan bahwa kita terlalu ingin memberikan impressi pada orang lain, contoh : Joni memiliki kumis dan memutuskan untuk mencukurnya,namun ia tidak percaya diri untuk melakukannya, dia berfikir bahwa temannya akan menertawakan dia. Setelah sekian lama ia akhirnya mempunyai keberanian untuk mencukurnya, setelah sampai di kantor, ternyata tidak ada seorangpun yang berkomentar dengan penampilan barunya, sampai makan siang tetap tidak ada yang berkomentar. Akhirnya ia tidak tahan dan ia menanyakan,

“Apa pendapat kalian dengan penampilan baruku ? “.

Mereka merasa kaget dan melihat kearah dia, akhirnya ada yang mengatakan,

“ Yaaah, kamu memelihara kumis sekarang “.

Jadi tidak benar, kalau kita terlampau serius untuk suatu hal terlalu merasa orang lain akan memperhatikan kita padahal tidak ada yang memperhatikan kita.

Beberapa hal yang harus dihindari agar dapat diterima oleh orang lain:

  • · Merendahkan orang lain

Dengan merendahkan atau mengejek orang lain akan mudah menimbulkan suatu konflik diantara kedua belah pihak. Apabila kita menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik, merekapun akan membalasnya dengan kebaikan, namun sebaliknya jika kita selalu merendahkan atau mengejek orang lain, maka merekapun akan membalasnya dengan ejekan.

  • · Mengatakan pada orang “Anda salah”

Ketika kita mengatakan “Anda salah”, mereka umumnya menganggap kata-kata tersebut sebagai suatu penghinaan karena adanya banyak kekurangan pada diri mereka. Kata “Anda salah” dapat diganti dengan pernyataan yang lebih halus, misalnya :

“Saya hargai pendapat anda, tapi saya sedikit berbeda…..”

“Pengalaman saya tidak sesuai dengan anda……”

“Saya betul-betul menghargai pendapat anda, akan tetapi saya kurang setuju dengan anda untuk yang satu ini…..”

“Saya melihat itu kebenaran untuk anda, sedangkan kebenaran untuk saya adalah……”

Di dalam bergaul dengan orang lain mengatakan mereka salah adalah cara yang hebat untuk menciptakan musuh, sedangkan mengakui kita salah merupakan cara untuk dapat mengawali suatu persahabatan.

  • · Kemarahan tidak memotivikasi orang lain

Memang boleh-boleh saja kalau kita frustasi atau marah pada orang, karena untuk mengungkapkan kemarahan itu sehat. Akan tetapi jangan membuat kesalahan dalam berupaya memotivikasi orang lain, dengan jalan marah dan berteriak kepada mereka, namun hal ini dapat dilakukan dengan tindakan, contoh : Ketika ibu menyuruh Andi membereskan kamarnya. Andi tau bahwa ibu tidak serius menyuruhnya. Kemudian ibu menegurnya sampai ketiga kalinya dan berteriak-teriak namun Andi menganggap ibunya setengah serius, satu menit kemudian ibu melangkah keruang tamu membawa sendok kayu ibu berteriak keras dan mengayunkan sendok kayu ke Andi, akhirnya Andi tidak menunggu sampai omelan selesai dia langsung membereskan kamarnya bukan semata-mata karena teriakan ibunya, tetapi karena sendok kayu yang diayun-ayunkan ibunya.

Karena kita suka menunda tindakan sampai kita mencapai tahap berteriak, kita menjadi percaya bahwa teriakanlah yang menggerakan seseorang, padahal tidak demikian akan tetapi orang memperhitungkan kita dengan serius karena apa yang kita lakukan, bukan karena seberapa keras kita lakukan.

Beberapa hal yang harus dilakukan agar diterima orang lain:

  • · Berhenti berpura-pura

Tidak ada seorangpun dapat melakukan sesuatu sendiri, meskipun sering kali kita berpura-pura mampu untuk menyelesaikan sendiri. Sering kali berpura-pura dapat merugikan diri sendiri. Contoh: Leni mengatakan, “saya akan menelepon Doni, tetapi saya tidak ingin dia berfikir bahwa saya menyukainya”. Doni mengatakan, “ saya jatuh cinta setengah mati kepada Leni, tetapi saya tidak akan pernah mengatakan padanya”. Mereka menjalani akhir pekan sendiri-sendiri dengan rombongan mereka, tetapi sebenarnya mereka merasa kesepian.

Kebahagiaan dalam hidup akan muncul apabila kita mengekpresikan diri kita dalam mengambil resiko, termasuk ke dalam suatu persoalan. Setiap orang tidak akan menyukai kita namun kita boleh saja menyukai siapapun karena tidaklah memalukan untuk menganggap seseorang menarik atau merupakan teman yang menyenangkan. Meskipun mereka tidak menyukai kita.

  • · Menarik perhatian orang lain

Orang-orang yang selalu dibicarakan oleh teman-temannya atau orang-orang yang selalu dikelilingi teman-teman yang mendukung dan orang-orang yang selalu diperlakukan dengan penuh rasa hormat dapat terjadi karena adanya 2 kemungkinan yaitu: karena keberuntungan atau kita yang menyebabkan hal tersebut terjadi pada diri kita (karena adanya usaha), dan bila kita selalu bertingkah laku sama, maka kita akan mendapat hasil yang sama.

  • · Kejujuran

Mencoba untuk bersikap tegas dan mengatakan apa adanya karena kejujuran terhdap orang lain merupakan pertanda penghargaan dan pertanda kita menghormati diri sendiri, sehingga hal itu terassa lebih mudah. Bila kita jujur terhadap orang lain, mereka akan menghormati, menghargai, mempercayai, dan mengetahui apa yang kita inginkan. Karena seseorang yang senantiasa berbuat jujur akan lebih dihargai dari pada orang yang suka berbohong atau berbasa-basi. Contoh: Iwan mendatangi Lia, Lia bertanya, “Apa yang kamu lakukan, apa kamu sibuk?”. Lia pikir Iwan sedang berada disini untuk suatu kunjungan social. Berhari-hari kemudian Lia menyadari bahwa Iwan baru saja kehilangan pekerjaan dan ia membutuhkan suatu pekerjaan. Seharusnya ia berkata, “Saya kehilangan pekerjaan dan saya membutuhkan pekerjaan”. Lia pasti akan membantunya karena ia merupakan teman baik Lia. Iwan tidak mengatakan bahwa ia membutuhkan suatu pekerjaan padahal ia harus membayar sewa rumahnya. Akibatnya, Iwan merasa rugi karena dia tidak berkata jujur.

  • · Berhenti menjelaskan tentang kehidupan sendiri

Kita akan melihat bahwa ada individu yang memiliki kepercayaan diri dan yang memiliki pengarahan diri. Mereka tidak bisa menghabiskan hidup mereka untuk menjelaskan dirinya. Mereka hanya melakukan apa yang mereka lakukan.

Pada saat kita masih kanak – kanak, tidak ada cara lain. Kita selalu menjelaskan keadaan kita pada orang tua dan guru, selalu mencoba lepas dari masalah. Tetapi bila kita ingin menjadi orang dewasa yang berbahagia, kita perlu berpikir dan berperilaku secara mandiri agar merasa nyaman untuk tidak menjelaskan mengenai setiap tindakan kita pada keluarga, teman, dan tetangga.

Mencoba untuk bersikap bebas dalam memilih. Kita tidak perlu menjelaskan mengenai kehidupan kita dan jadwal kita untuk memenuhi kepuasan orang lain. Kita tidak perlu bersikap jahat, tetapi mencoba untuk mengendalikan diri kita.

  • · Pujian untuk orang lain

Kita semua membutuhkan pengakuan dan pujian. Selera kita untuk memperoleh pujian sama dengan selera kita terhadap makanan, tidak akan terpuaskan untuk waktu yang lama.

Penelitian yang dilakukan di tempat – tempat kerja menunjukkan bahwa dalam tingkatan keinginan orang – orang, keinginan akan uang menempati posisi di bawah. Kebutuhan seperti ” Pengakuan oleh perusahaan “, pujian yang selayaknya dan ” Memberikan sumbangan “, biasanya berada diatas.

Meskipun seseorang sudah kaya dan terkenal, ia membutuhkan pernyataan bahwa penampilan mereka baik dan pekerjaan yang mereka lakukan juga baik. Misalnya : Apabila kita melihat wawancara seorang bintang film, bintang olah raga, dan usahawan yang berhasil, kita akan melihat bahwa bagi mereka ujian yang tulus sama pentingnya seperti bagi pewawancaranya.

Jadi untuk mempengaruhi orang lain, mengatakan hal – hal yang baik mengenai diri mereka orang menjadi sangat penting, namun kita tidak perlu menjadi seorang penjilat atau berbasa – basi berlebihan. Cukup dengan menyebutkan sisi – sisi baik dari mereka dan membiarkan mereka mengetahuinya. Maka mereka akan mendapatkan kesan yang baik mengenal diri kita.

  • · Menghargai orang lain

Menghargai sesama dapat diwujudkan dengan mendengarkan pendapat orang lain, karena dengan mendengarkan pendapat orang lain dapat menunjukkan adanya rasa hormat, sehigga terjalinlah suatu hubungan yang harmonis.

  • · Memberi sesuatu kepada orang lain tanpa adanya syarat

Memberikan sesuatu ( bantuan ) kepada orang lain tidak hanya dapat diwujudkan dalam bentuk barang, tetapi dalam bentuk pengorbanan, seperti meluangkan waktu kita atau kesempatan kita untuk keluarga, teman, pasangan atau orang lain.

Dalam memberikan bantuan kepada orang lain, janganlah sekali – kali kita mengatakan kepada mereka bahwa saya telah menjadi korban, tetapi biarkan orang lain merasa berterima kasih, dan jangan dibuat merasa bersalah.

  • · Membuat orang lain senang

Bukanlah menjadi tanggung jawab kita untuk membuat orang lain senang. Tetapi menjadi tantangan kita untuk bertindak jujur pada diri sendiri, untuk memperoleh pengalaman sebanyak mungkin , yaitu memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Never Stop Learning

Ungkapan kuno yang hampir seluruh penduduk dunia tau artinya dan cukup muluk untuk diucapkan “Jangan pernah berhenti belajar”. Satu pelajaran berkesan yang saya dapatkan saat saya membaca sebuah buku dimana dalam buku itu menceritakan seorang pekerja yang bekerja pada sebuah pabrik tekstil. Di pabrik tersebut dia bekerja membuat pola motif baju. Pekerjaan tersebut membutuhkan keahlian yang khusus tentunya. Namun saat perkembangan teknologi terus berkembang dengan pesat maka pekerjaan membuat pola baju itu pun kini digantikan oleh komputer yang lebih canggih dan lebih akurat tentunya. Karena pekerja ini tidak menguasai computer dan cara kerjanya, maka ia pun mengalami PHK (dipecat) dan kini dia bekerja sebagai tukang bangunan. Sama halnya dengan kisah tadi saya pun pernah membaca seorang pria yang memiliki keahlian melukis baliho harus pensiun dan tinggal di rumah saja karena saat ini pekerjaannya sudah digantikan oleh digital printing yang lebih moderen, bagus, cepat dan murah.

Dua cerita di atas sungguh menggambarkan bagaimana kemajuan teknologi membuat manusia sengsara. Pada hal yang seharusnya terjadi adalah kemajuan teknologi justru sangat menolong manusia. Hal yang sangat menyedihkan saat kita mulai menyalahkan kemajuan teknologi dan menggangap teknologi menjadi musuh kita. Seharusnya kita bisa menjadi semakin maju dengan kehadiran teknologi, saat kita MAU BELAJAR.

Pengalaman pribadi saya sendiri yang saya alami saat proses kuliah saya di kampus ITATS saat saya masuk menjadi salah satu asisten laboratorium komputer. Saat itu saya hanya berbekal sangat sedikit sekali pengetahuan tentang kerja komputer. Saya tidak ingin terus mempertahankan ketidaktahuan saya tapi saya mulai perlahan – lahan menambah pengetahuan yang sedikit itu menjadi lebih banyak dengan cara belajar dan belajar. Saya berusaha mengembangkan diri melalui pelatihan – pelatihan yang diberikan oleh kepala laboratorium kami.

Saya sangat salut dengan orang – orang yang mau membuka diri untuk mau belajar hal – hal baru yang belum dia ketahui. Manusia diciptakan lengkap dengan kemampuan, kreativitas dan produktifitas. Tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi orang yang tertinggal, selain karena malas untuk belajar.

Bersyukurlah jika kita tidak tau sesuatu karena itu memberi kesempatan bagi kita untuk belajar. Terkadang kita egois dengan hanya menyukai hal – hal yang kita ketahui saja dan tidak menyukai setiap hal yang tidak kita ketahui. Tetapi satu hal yang dapat saya katakan bahwa dengan sikap kita yang seperti itu menunjukkan bahwa kita tidak mau membawa perubahan yang lebih baik dalam diri kita. Jangan pernah takut dengan yang mananya kegagalan, karena semua manusia pernah mengalami yang namanya gagal dalam proses belajarnya, tapi tidak semua orang dapat melihat nilai positif dari kegagalan itu.

Mulailah dengan hal – hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan potensi diri kita. Jangan kita malas untuk memulai mencoba, jangan takut kita gagal karena saat kita sudah melangkah untuk mencobanya pada hakekatnya kita telah membuat perubahan dalam diri kita. Oleh karena itu JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR!!

by. basrib

Cklik disini   untuk melihat artikel yang berupa creactive writing dari basrib yang lainnya……!!!!

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: